DaerahSosialTransparasi

Pemkot Cirebon Benahi Drainase Tentara Pelajar dan Pancuran, Upayakan Genangan Lebih Cepat Surut

15
×

Pemkot Cirebon Benahi Drainase Tentara Pelajar dan Pancuran, Upayakan Genangan Lebih Cepat Surut

Sebarkan artikel ini

KOTA CIREBON, sidikkriminal.co.id- Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya mengurangi genangan air yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat hujan turun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membenahi saluran drainase di kawasan Jalan Tentara Pelajar serta melakukan penanganan saluran air di kawasan Pancuran.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau langsung progres perbaikan drainase di kedua kawasan tersebut, Senin (13/10/2026). Dalam peninjauan itu, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), camat, lurah, serta perwakilan RW setempat untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Pemkot Cirebon tengah membangun saluran drainase baru sepanjang kurang lebih 125 meter. Pembangunan ini menjadi salah satu upaya untuk mengarahkan aliran air dari jalan menuju Sungai Cigeujeng, sehingga air tidak lagi mudah menggenang di badan jalan.

Wali Kota Cirebon menjelaskan, pembangunan drainase baru tersebut merupakan langkah awal untuk membenahi persoalan aliran air di kawasan itu. Menurutnya, penanganan genangan perlu dilakukan dari sumber persoalan, salah satunya dengan memastikan air memiliki jalur pembuangan yang memadai.

“Di Jalan Tentara Pelajar ini sebelumnya belum ada drainase yang memadai. Sekarang kita bangun saluran baru agar air dari jalan bisa langsung dialirkan ke Sungai Cigeujeng. Harapannya, air tidak lagi tertahan di jalan dan genangan bisa kita kurangi,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, pembenahan drainase perlu diikuti dengan revitalisasi dan pembersihan Sungai Cigeujeng agar aliran air dapat berjalan lebih lancar. Untuk itu, Pemkot Cirebon juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan mendukung pekerjaan yang sedang dilakukan pemerintah.

Wali Kota mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan perwakilan RW setempat agar warga dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan drainase dan genangan tidak cukup diselesaikan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama untuk menjaga saluran air tetap berfungsi.

“Kita ingin penanganannya tidak berhenti pada pembangunan drainase saja. Sungainya juga perlu kita benahi dan bersihkan. Saya sudah berkomunikasi dengan Bu RW agar masyarakat bisa ikut membantu. Pemerintah bergerak, masyarakat juga ikut menjaga, sehingga hasilnya bisa dirasakan bersama,” tuturnya.

Dalam proses pembersihan sungai, Pemkot Cirebon juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mendukung kebutuhan peralatan. Salah satu kebutuhan yang tengah diupayakan adalah penggunaan alat berat amfibi berukuran kecil yang dapat menjangkau alur sungai dengan akses terbatas.

Koordinasi tersebut diperlukan mengingat kondisi lapangan tidak memungkinkan penggunaan sembarang alat berat. Dengan dukungan peralatan yang sesuai, proses pengerukan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan membantu memperlancar aliran air menuju saluran pembuangan.

Wali Kota berharap pekerjaan drainase dan pembersihan sungai dapat dilakukan secepat mungkin, terutama sebelum intensitas hujan meningkat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pekerjaan tetap harus berjalan sekalipun hujan turun, karena penanganan genangan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Sementara itu, peninjauan di kawasan Pancuran dilakukan untuk memastikan perkembangan penanganan saluran air yang sebelumnya mengalami penyumbatan. Wali Kota melihat langsung progres pekerjaan yang telah dilakukan sejak pekan sebelumnya bersama jajaran DPUTR dan unsur kewilayahan.

Ia menyampaikan bahwa penanganan di kawasan tersebut terus berjalan, termasuk upaya mengatasi hambatan aliran air hingga ke bagian bawah jalur rel kereta api. Pekerjaan di area tersebut juga melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI), mengingat keberadaan jalur rel menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam upaya memperlancar aliran air.

“Alhamdulillah, sudah ada progres dari pekerjaan yang dilakukan pekan lalu. Kita berharap saluran di kawasan Pancuran bisa kembali lancar. Memang kita belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan banjir sekaligus, tetapi paling tidak kita berupaya agar genangan tidak bertahan terlalu lama dan air bisa lebih cepat surut,” kata Wali Kota.

Ia menambahkan, penyelesaian titik-titik penyumbatan menjadi salah satu prioritas agar aliran air tidak kembali tertahan ketika hujan turun. Pemkot Cirebon menargetkan pekerjaan pada saluran yang tersumbat di kawasan Pancuran dapat diselesaikan dalam pekan ini, dengan tetap memperhatikan kondisi teknis di lapangan.

Menurut Wali Kota, penanganan genangan membutuhkan kerja yang berkelanjutan dan koordinasi lintas pihak. Pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan jalan setelah terdampak genangan, tetapi juga berupaya membenahi sistem drainase agar persoalan serupa dapat dikurangi dari hulunya.

Melalui pembangunan drainase baru di Jalan Tentara Pelajar, pembersihan Sungai Cigeujeng, serta penanganan saluran di kawasan Pancuran, Pemkot Cirebon berharap aliran air semakin lancar dan dampak genangan terhadap aktivitas warga dapat diminimalkan.

Wali Kota menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan dan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar penanganan persoalan drainase memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Cirebon.

( Soleh )

error: Content is protected !!