TNI POLRI

Perjalanan Karier AKP Shindi Al Afghany, S.H., M.H., M.M., Dr.(c): Dari Bintara hingga Perwira yang Gemilang di Korps Bhayangkara

24
×

Perjalanan Karier AKP Shindi Al Afghany, S.H., M.H., M.M., Dr.(c): Dari Bintara hingga Perwira yang Gemilang di Korps Bhayangkara

Sebarkan artikel ini

KOTA CIREBON, sidikkriminal.co.id — Meraih pangkat perwira di Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) bukanlah jalan yang instan. Jabatan strategis ini umumnya ditempuh melalui jalur pendidikan pembentukan perwira, seperti Akademi Kepolisian (Akpol) maupun Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa).

Keberhasilan seorang anggota polisi meniti karier hingga level perwira pertama—mulai dari pangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu) hingga Ajun Komisaris Polisi (AKP)—sangat ditentukan oleh dedikasi, masa dinas, penguasaan fungsi teknis kepolisian, serta prestasi kerja nyata di lapangan.

​Rekam jejak dan penugasan strategis seorang perwira biasanya ditempa melalui posisi operasional penting.

Mulai dari memimpin Tim Khusus (Timsus) Satuan Reserse Kriminal, mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Polsek, hingga dipercaya memegang kendali sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba). Berbagai prestasi gemilang serta penghargaan dari pimpinan kerap mengiringi keberhasilan mereka dalam membongkar kasus-kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat.

​Kisah dedikasi dan ketangguhan semacam ini tercermin jelas dalam perjalanan karier AKP Shindi Al Afghany, S.H., M.H., M.M. yang telah puluhan tahun mengabdi kepada Korps Bhayangkara.

Tak hanya cemerlang dalam penugasan operasional dan akademis hingga tengah merampungkan studi jenjang doktor (S3), ia berawal dari anggota Bintara dengan berbagai pengalaman penugasan—mulai dari fungsi Intelijen, Penyidik, Kepala Tim Khusus (Katimsus), Wakil Kepala Polsek, hingga kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota.

Semua itu membuktikan bahwa kerja keras, integritas, serta semangat belajar yang tinggi mampu mengantar seseorang menembus batas.

​Sisi Lain Sang Perwira: Pengalaman Menegangkan di Lapangan

​Dalam sebuah perbincangan santai di sela-sela aktivitasnya mengelola peternakan sapi dan kambing beberapa waktu lalu, terselip cerita menarik mengenai sisi lain penugasannya.

Ketika ditanya mengenai kasus paling berat yang pernah ditanganinya, Shindi mengenang masa-masa pengejaran yang penuh risiko.

​”Mengungkap pelaku terorisme itu menuntut kesabaran ekstra. Saya pernah mengintai terduga pelaku teroris yang melarikan diri ke wilayah Jawa hingga hampir dua tahun lamanya. Tantangannya luar biasa, mulai dari terpaan angin hingga kehujanan di jalan,” ungkap Shindi,

perwira tangguh yang di tengah kesibukannya bertugas juga tengah aktif menempuh studi jenjang S3.

Ia juga mengenang keterlibatannya dalam pengamanan kasus-kasus besar di masa lalu, termasuk saat diperbantukan dalam penanganan kasus bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon pada tahun 2011 serta bom Thamrin pada tahun 2016. Berkat dedikasi dan rekam jejak penugasannya yang moncer di lapangan, ia akhirnya mendapat rekomendasi dari pimpinan untuk menempuh Sekolah Perwira. “Alhamdulillah,” ujarnya singkat.

​Saat disinggung mengenai rasa takut dalam menghadapi berbagai ancaman keselamatan, perwira yang dikenal humanis dan peduli sesama ini menjawab dengan tegas, “Mau bagaimana lagi? Itu sudah menjadi risiko sekaligus panggilan tugas seorang polisi untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.”

​Rekam Jejak Prestasi: Dari Katimsus hingga Kasat Resnarkoba

​Merujuk pada data yang dihimpun redaksi, selama menyandang pangkat Ipda hingga Iptu pada rentang tahun 2021–2023, Shindi dipercaya sebagai Kepala Tim Khusus (Katimsus). Di bawah kepemimpinannya, tim ini sukses mengungkap berbagai kasus kriminalitas kelas kakap.

Di antaranya adalah pengungkapan kasus pembunuhan, penangkapan jaringan pencurian dengan pemberatan (curat) lintas wilayah hingga ke Cileunyi, Kabupaten Bandung pada tahun 2021, hingga kecepatan gerak tim dalam membekuk pelaku penjambretan yang sempat viral hanya dalam kurun waktu 12 jam.

​Karier cemerlangnya terus berlanjut hingga awal Januari 2026. Secara resmi, ia dipercaya menerima estafet kepemimpinan sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Cirebon Kota menggantikan pejabat sebelumnya, AKP Otong Jubaedi, S.H., M.A.P.

​Tak butuh waktu lama bagi Shindi bersama jajaran anggotanya untuk menorehkan prestasi di satuan baru ini. Dalam hitungan bulan, ratusan pelaku penyalahgunaan dan pengedar narkotika berhasil diringkus melalui sejumlah operasi besar:

° ​Peredaran Sabu Jl. Cipto (Januari 2026): Memimpin langsung pengungkapan 177 paket sabu siap edar dengan berat bruto sekitar 152 gram di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon.

° ​Jaringan Sabu Pantura (Januari 2026): Membekuk pengedar berinisial A.M. di jalur Pantura Kapetakan dengan barang bukti sejumlah paket sabu siap edar.

° ​Penggerebekan Kost Palimanan (Maret 2026): Mengamankan 126 paket sabu seberat 68,73 gram di sebuah rumah kos wilayah Palimanan Timur, sekaligus membongkar peredaran obat-obatan keras tanpa izin.

​Perjalanan dari seorang bintara hingga menjadi perwira berprestasi yang haus akan ilmu pengetahuan membuktikan bahwa ketekunan, keberanian, dan loyalitas tanpa batas kepada institusi adalah kunci utama dalam mendedikasikan diri untuk melayani serta melindungi masyarakat.

(Yudi)

error: Content is protected !!