Daerah

Maulid Nabi di Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Perbaiki Diri

68
×

Maulid Nabi di Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Perbaiki Diri

Sebarkan artikel ini

TEBINGTINGGI, sidikkriminal.co.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebingtinggi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran petugas Lapas, warga binaan pemasyarakatan serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait, Kamis (10/9/2026).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak warga binaan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan instansi, di antaranya mewakili Wali Kota Tebing Tinggi Kabag Kesra Azanul Akbar Lubis, Kalapas Kelas IIB Tebing Tinggi Bahtiar Sembiring, perwakilan Kapolres Tebing Tinggi Iptu Roni Khan, perwakilan Kapolres Serdang Bedagai Ipda Aidil, Ketua Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Hajar Widianto, Ketua Pengadilan Negeri Serdang Bedagai Maria Christine Natalia Barus, perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi Tedy, Kepala Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai Amrizal Bangun, Kepala Kementerian Agama Tebing Tinggi M. David Saragih, perwakilan Kepala BNN Kota Tebing Tinggi M. Awaluddin, Danyon Brimob Tebing Tinggi Kompol Bima Anggalaksana, perwakilan Danramil 13 Tebing Tinggi Serma Agus M, Pimpinan Cabang BRI Tebing Tinggi, DPC AKPERSI Kota Tebing Tinggi serta Al-Ustadz Drs. Mulkan Azima.

Kalapas Kelas IIB Tebing Tinggi Bahtiar Sembiring mengatakan, kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.

Menurutnya, pembinaan di Lapas tidak hanya berkaitan dengan aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh pembentukan mental dan spiritual agar warga binaan memiliki bekal yang lebih baik ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan dan menjadi bagian dari proses pembinaan, sehingga nantinya mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik,” ujar Bahtiar.

Ia berharap warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan dengan mengikuti berbagai kegiatan positif, termasuk kegiatan keagamaan, sebagai sarana untuk melakukan evaluasi dan perubahan terhadap diri masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Drs. Mulkan Azima menyampaikan tausiyah dengan mengajak seluruh jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.

Ia menekankan pentingnya memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperbanyak introspeksi diri.

Menurutnya, masa menjalani pembinaan di Lapas hendaknya tidak hanya dipandang sebagai masa menjalani hukuman, melainkan dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun mental dan spiritual, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

“Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan. Perbanyak introspeksi dan dekatkan diri kepada Allah SWT,” pesan Ustadz Mulkan dalam tausiyahnya.

Ia juga mengingatkan warga binaan agar senantiasa menjaga salat lima waktu dan menjadikan ibadah sebagai bagian penting dalam proses perubahan diri.

“Sholat lima waktu jangan ditinggalkan. Jadikan ibadah sebagai kekuatan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” lanjutnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh kekhidmatan.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas bahwa pembinaan warga binaan merupakan proses yang tidak hanya berorientasi pada masa menjalani pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat dengan kepribadian, mental dan spiritual yang lebih baik.

Selesai acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama jajaran Lapas Kelas IIB Kota Tebing Tinggi dengan para undangan yang hadir.

Dan mengakhiri kegiatan juga dibuat kuis bagi 10 orang warga binaan yang bisa menjawab pertanyaan diberikan kain sarung sebagai cinderamata.

(MYN)

error: Content is protected !!