TEGAL, Sidikkriminal.Co.id,- Daring, ” karena dituding dan di Viralkan Distribusikan BBM bahan bakar minyak jenis solar secara ilegal, di bantah keras oleh pemiliknya.
Hasil klarifikasi, terkait pemberitaan yang beredar di Media sosial dianggap tidak Profesional karena hanya berdasarkan foto mobil tengki milik PT. Cahaya Nusantara Energi yang sedang parkir lalu diangap salurkan BBM solar Secara ilegal.
PT Cahaya Nusantara Energi sekaligus Bos yang berinisial (AG) menyatakan kerugiannya atas pemberitaan yang beredar, Saat ditemui tim Jurnalis Media Sidikkriminal.Co.id
pada Sabtu (2/5/2026)
(AG) menjelaskan bahwa Legalitas jelas dan sudah mengantongi, dokumentasi secara resmi,” ujarnya.
padahal tidak ada bukti dokumentasi yang dituduhkan,” ujarnya
(AG) juga menyampaikan, kritik terhadap Profesionalisme, media yang memberitakan tanpa dasar kuat.ia menekankan bahwa berita harus didukung dengan bukti dokumentasi yang akurat dan narasumber yang jelas.
“Kalau wartawan profesional tentunya jika menaikkan sebuah pemberitaan harus dilengkapi dengan bukti dokumentasi yang akurat, jangan ngawur. Adanya pemberitaan tersebut saya merasa sangat dirugikan, nanti bisa saya tuntut balik,” tegasnya.
Keterangan (AG) dikuatkan oleh warga sekitar yang bertindak sebagai nelayan yang kesehariannya, bekerja di sekitar lokasi pelabuhan.
Tidak ada satu alat bukti yang bisa menunjukkan kalau.
PT Cahaya Nusantara Energi salurkan BBM bahan bakar minyak Solar ilegal, bahkan juga tidak ada tercium bau aroma solar Subsidi jelas Pak Anto selaku warga nelayan setempat tersebut turut menyayangkan pemberitaan yang dinilainya tidak akurat.
Selain isu dugaan penyalahgunaan.
BBM jenis solar, ilegal berita yang tidak berimbang,Media tersebut, juga sudah mencoreng, “nama baik instansi Polri dari tingkat Polsek,Polres,Polda Jawa Tengah hingga Mabes Polri. yang dinyatakan,ikut serta berkolaborasi, dalam kegiatan ilegal.
Kami, berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan bisa mengembalikan, nama baik PT Cahaya Nusantara Enegi maupun instansi Polri yang merasa sangat dirugikan oleh pemberitaan tanpa dasar dan bukti yang akurat tersebut.
Redaksi Liza Amelia












