NasionalTNI POLRI

HUT ke-81 RI, Kombes Dewa Wijaya: Kemerdekaan Harus Di Isi dengan Kerja Nyata

243
×

HUT ke-81 RI, Kombes Dewa Wijaya: Kemerdekaan Harus Di Isi dengan Kerja Nyata

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, sidikkriminal.co.id
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam menjaga serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat tersebut disampaikan Kombes Dewa Wijaya, putra asal Desa Bongancina, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, dalam memaknai perjalanan 81 tahun Indonesia merdeka.

Menurutnya, kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan dengan pengorbanan besar harus terus dijaga dan diisi melalui kerja nyata. Kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap 17 Agustus, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“HUT RI ke-81, Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” kata Kombes Dewa Wijaya dalam momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Ia menilai, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni, pengibaran Sang Merah Putih maupun berbagai kegiatan perayaan. Di balik kemeriahan tersebut terdapat pesan besar agar seluruh elemen bangsa kembali mengingat perjuangan para pendiri bangsa sekaligus meneruskan cita-cita kemerdekaan.

Kemerdekaan, menurutnya, harus menjadi energi untuk memperkuat komitmen menghadirkan keamanan, keadilan, kesejahteraan dan kesempatan yang semakin baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Karena itu, semangat 17 Agustus perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata sesuai bidang pengabdian masing-masing. Aparatur negara dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sementara seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menjaga persatuan, keamanan, ketertiban serta berkontribusi terhadap pembangunan.

Di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang, nilai persatuan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi pemisah, melainkan kekayaan bangsa yang harus dirawat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Semangat kemerdekaan juga harus menjadi pengingat pentingnya memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang. Generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab besar membawa Indonesia menuju masa depan yang semakin maju, mandiri dan berdaya saing.

Kombes Dewa Wijaya berharap momentum HUT ke-81 RI mampu membangkitkan optimisme seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Kemajuan Indonesia, menurutnya, membutuhkan kebersamaan dan kerja nyata dari seluruh komponen bangsa.

Pembangunan juga diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik dan ekonomi, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat. Cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur harus terus diperjuangkan melalui kerja keras, integritas, disiplin serta semangat pengabdian.

Bagi Kombes Dewa Wijaya, nilai kemerdekaan pada akhirnya juga berbicara tentang bagaimana setiap manusia menggunakan kesempatan hidup untuk memberikan arti dan manfaat bagi orang lain, masyarakat, bangsa dan negara.

Pesan tersebut ia tutup dengan ungkapan Latin yang menggambarkan optimisme sekaligus semangat menjalani kehidupan dengan penuh makna.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Dum spiro, spero – dum vivimus, vivamus. Selagi masih bernapas marilah kita hidup dengan lebih bermakna,” pungkasnya.

Momentum 81 tahun kemerdekaan pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi hari ini adalah menjaga kemerdekaan, memperkuat persatuan dan mengisinya dengan kerja nyata demi Indonesia yang semakin berdaulat, adil, makmur dan bermartabat.

Redaksi Liza Amelia

error: Content is protected !!