DaerahHukum & KriminalTransparasi

PEKERJAAN RUMAH POMPA POKTAN SIMONANG JAYA DESA LUWUNG DIDUGA ASAL JADI, BARU SEBULAN SUDAH RETAK ANGGARAN APBD DIPERTANYAKAN

472
×

PEKERJAAN RUMAH POMPA POKTAN SIMONANG JAYA DESA LUWUNG DIDUGA ASAL JADI, BARU SEBULAN SUDAH RETAK ANGGARAN APBD DIPERTANYAKAN

Sebarkan artikel ini

KAB.CIREBON,sidikkriminal.co.id-
Pembangunan Rumah Pompa Kelompok Tani (Poktan) Simonang Jaya di Desa Luwung, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan warga. Pasalnya, bangunan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon itu diduga dikerjakan asal jadi.

Pantauan wartawan di lokasi, bangunan yang baru selesai sekitar satu bulan tersebut sudah mengalami kerusakan. Dinding bangunan terlihat retak di beberapa bagian, plesteran mengelupas, dan acian tidak rata. Bahkan pada bagian sudut bangunan sudah terlihat keretakan yang cukup mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan bagi para petani setempat yang tergabung dalam Poktan Simonang Jaya. Mereka menilai kualitas bangunan tidak sebanding dengan Anggaran Pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon tahun 2026 yang digelontorkan sebesar Rp.153.000.000.- nilai yang sangat fantastis untuk pekerjaan tersebut.

“Baru satu bulan selesai, tapi sudah retak-retak. Kami menduga pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi. Campuran semennya seperti diirit,” ungkap salah seorang petani Desa Luwung yang tidak mau disebutkan namanya ,” Iya pak penggunaan materialnya tidak sesuai jadi cepat rusak,” ujarnya Jumat (06/11/2026).

Menurut warga, proyek tersebut merupakan bantuan pemerintah untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Namun jika kualitasnya seperti ini, dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan justru merugikan petani dengan anggaran yang begitu besar ko hanya berdiri bangunan dengan ukuran 2.60 M x 2.70 M sedangkan pengambilan airnya dari balong bekas galian C.

Berdasarkan informasi yang tertera di papan proyek volume kegiatan dari bulan Agustus – Oktober hingga sekarang bulan November masih belum ada mesinnya sehingga sampai saat ini, seolah-olah terbengkalai tanpa ada kegiatan yang bermanfaat untuk pertanian anggaran sebesar itu digunakan untuk apa, ini menjadi pertanyaan besar.

Tim Media langsung konfirmasi kepada Kuwu Luwung Tajudin melalui jaringan seluler atau WhatsApp dan membenarkan bahwa ada kegiatan tersebut dari pernyataanya bahwa pengambilan air menggunakan mesin sedot air bukan menggunakan bor dan mesin tersebut digunakan saat musim kemarau saja tapi saat dilokasi awak media tidak terlihat mesinnya atas pengakuan Tajudin,” mesin disimpan kalau ditaro disitu takut hilang kang,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan pekerjaan Desa hanya penerima manfaat tidak tau menau itu dikerjakan oleh saudara Aji kegiatan sedangkan dipapan proyek itu harusnya swakelola kenapa yang mengerjakan orang lain bukan Poktan Simonang Jaya dari situ saja sudah jelas tidak sesuai dengan SOP.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Poktan Simonang Jaya dan saudara Aji belum dapat memberikan keterangan resmi terkait pengerjaan proyek tersebut. Begitu juga dengan pihak pelaksana dan dinas terkait, masih dalam upaya konfirmasi.

Masyarakat Desa Luwung dan tim media berharap Inspektorat Kabupaten Cirebon dan Dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan audit dan pemeriksaan fisik bangunan karena diduga ada pihak yang bermain dengan anggaran tersebut.

“Kami minta jangan tutup mata. Ini uang rakyat, uang APBD. Kalau memang dikerjakan asal-asalan, harus diperbaiki dan pelaksananya harus bertanggung jawab,” tegas warga.

Kami Tim Media sidikkriminal.co.id bemembuka ruang hak jawab secara terbuka apabila berita ini tidak sesuai dan ingin melakukan sanggahan atau klarifikasi dengan pemberitaan ini.

(Tim)

error: Content is protected !!