Daerah

Saat Makan Malam Bersama: Niran Tanyakan Kapan Mesin Penggiling Padi & Sorgum Turun ke Pangandaran

17
×

Saat Makan Malam Bersama: Niran Tanyakan Kapan Mesin Penggiling Padi & Sorgum Turun ke Pangandaran

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, sidikkriminal.co.id –  Suasana meja makan terasa hangat dan akrab. Di bawah cahaya lampu yang lembut, Andi Bagas Saputra (Ketua Umum KSBP) dan Toni (Ketua Dewan Pembina KSBP) duduk bersebelahan dengan Niran. Di sela-sela jamuan makan malam yang sederhana namun penuh kebersamaan, percakapan mengalir tenang — dari hal sehari-hari, hingga perlahan menuju hal yang paling ditunggu warga.

Dari Obrolan Hangat Menuju Pertanyaan Penting

Setelah sesaat menikmati hidangan dan bercengkerama, Niran meletakkan sendoknya perlahan, menatap keduanya dengan senyum tulus, lalu membuka suara:

“Bapak Andi, Bapak Toni… terima kasih sudah menyempatkan waktu makan malam bersama seperti ini. Rasanya makin dekat, makin yakin, bahwa arah yang kita bangun bersama ini sungguh dari hati untuk warga.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lembut namun tegas:

“Saya sudah menyimak baik-baik gagasan besar KSBP: menggerakkan koperasi pertanian yang mandiri, sekaligus mewujudkan perumahan Eco Green yang terintegrasi dengan digitalisasi. Itu indah, itu dibutuhkan. Tapi di tengah kebersamaan ini, saya ingin bertanya apa yang paling sering didengar dari para petani di lapangan: kapan mesin-mesin penggiling padi dan sorgum itu turun ke sini?”

Niran menatap keduanya, lalu menambahkan:

“Mereka menanam, mereka merawat, memanen dengan keringat sendiri — tapi hasilnya masih dijual mentah, harganya mudah ditekan. Kalau mesin itu sudah ada, kita bisa mengolah sendiri, menjaga kualitas, dan nilai jualnya kembali ke warga. Itu yang paling ditunggu.”

Andi Bagas Saputra: Keramahan yang Disertai Komitmen

Andi meletakkan gelasnya, tersenyum, dan menjawab dengan tulus:

“Niran, terima kasih sudah menyampaikan begitu di momen makan malam ini. Justru di saat-saat seperti inilah suara hati warga paling jelas terdengar. Percayalah, keinginanmu sama persis dengan keinginan kami berdua.”

“Mesin penggiling padi dan sorgum adalah prioritas paling atas. Saat ini pengadaan sedang diurus, lokasi penempatan juga dipilih yang paling strategis agar bisa melayani banyak kelompok tani. Kami tidak ingin terburu-buru lalu tidak siap — kami ingin begitu turun, langsung berputar, langsung bermanfaat. Segera, Niran. Begitu semua beres, kami umumkan secara terbuka.”

Toni: Kedamaian yang Membawa Kepastian

Toni mengangguk perlahan, lalu menyambung:

“Benar kata Andi. Makan malam seperti ini mengingatkan kami: semua rencana besar itu akhirnya untuk siapa. Eco Green, digitalisasi — semuanya bermuara pada kesejahteraan warga.”

“Mesin itu bukan sekadar alat. Itu harapan. Kami pastikan setiap persiapannya matang — anggaran, pengiriman, pelatihan pengelola, hingga perawatan jangka panjang. Begitu tanda tangan terakhir selesai, mesin langsung dikirim ke sini tanpa menunda satu hari pun. Kami akan panggil warga, sampaikan secara terbuka, biar semua ikut tahu.”

Penutup: Harapan yang Makin Dekat

Niran tersenyum lega, menyambung kembali makan malamnya dengan perasaan lebih tenang:

“Terima kasih, Bapak Andi, Bapak Toni. Saya percaya pada kerja kalian. Warga tidak meminta janji manis — mereka ingin melihat mesin itu berputar, menghasilkan beras dan tepung sorgum berkualitas, dan membawa kebahagiaan ke rumah masing-masing. Saya akan terus menunggu kabar baik itu.”

Makan malam berakhir dengan kebersamaan yang makin erat. Rencana besar telah tersusun, langkah nyata sedang dipercepat. insya Allah dalam waktu dekat, harapan para petani Pangandaran akhirnya menjadi kenyataan.

Rilis. G Yudi

error: Content is protected !!