DaerahEkonomi

Wali Kota Ajak ASN dan Masyarakat Rawat Sungai Sukalila dan Kalibaru

10
×

Wali Kota Ajak ASN dan Masyarakat Rawat Sungai Sukalila dan Kalibaru

Sebarkan artikel ini

KOTA CIREBON, sidikkriminal.co.id- Upaya menjaga kebersihan dan keberlanjutan kawasan sungai terus dilakukan Pemerintah Kota Cirebon. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, turun langsung mengikuti kegiatan kerja bakti di kawasan Sungai Sukalila dan Sungai Kalibaru, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kota Cirebon terhadap kawasan sungai yang saat ini tengah dalam proses penataan dan pembangunan fisik. Tidak hanya memastikan proses pembangunan berjalan, pemerintah juga mulai mendorong kebiasaan untuk menjaga kebersihan kawasan setelah pembangunan selesai.

Wali Kota mengatakan, kerja bakti sengaja dilaksanakan pada Jumat untuk mengajak jajaran pemerintah turut melihat dan menjaga langsung hasil pembangunan yang sedang dikerjakan. Menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan.

“Ya, sengaja saya gerakkan di hari Jumat. Biasanya ada senam bersama di kantor masing-masing. Tapi untuk hari Jumat ini, saya lihat proses pembangunannya terus berjalan. Ada beberapa bagian yang memang harus kita bersihkan dari apa yang sudah dibangun oleh teman-teman,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih di kawasan sungai tersebut diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin setelah seluruh tahapan pembangunan fisik selesai. Pemerintah, kata Wali Kota, akan mengerahkan unsur di lingkungan perangkat daerah untuk ikut menjaga kebersihan kawasan tersebut secara berkala.

“Nanti kalau sudah selesai semuanya, setiap hari Jumat kita akan kerja bakti juga di sungai ini. Ini juga mengajarkan kepedulian pemerintah terhadap apa yang sudah dilakukan dalam proses pembangunan. Masyarakat juga saya harapkan ikut serta dan bisa menjaga apa yang sudah dibangun pemerintah, termasuk kebersihannya,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan kerja bakti tidak hanya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejumlah petugas operasional dan kebersihan atau office boy (OB) dari perangkat daerah juga turut dilibatkan. Kegiatan dilakukan selama beberapa jam sebelum para petugas kembali menjalankan aktivitas di kantor masing-masing.

Wali Kota menjelaskan, penataan kawasan Sungai Sukalila dan Sungai Kalibaru masih berproses. Karena itu, pemerintah akan terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan fisik sesuai konsep awal sebelum menentukan penambahan maupun penataan lanjutan di kawasan tersebut.

Selain kebersihan, Wali Kota juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan Sungai Sukalila dan Sungai Kalibaru, untuk tidak kembali mendirikan tempat berjualan secara permanen di bantaran sungai.

Menurut Wali Kota, keberadaan bangunan atau aktivitas perdagangan permanen di bantaran sungai dapat mengganggu estetika kawasan yang sedang ditata. Pemerintah Kota Cirebon juga menyiapkan langkah pengawasan agar penataan yang telah dilakukan dapat dipertahankan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Kota Cirebon, khususnya yang ada di kawasan Sukalila dan Kalibaru, tidak lagi berjualan secara permanen di bantaran sungai. Ini karena bisa merusak estetika dan keindahan sungai yang sudah kita tata,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya pengawasan, pemerintah akan melibatkan Linmas di kawasan tersebut. Selain itu, Pemkot Cirebon telah membentuk Satgas Peduli Sungai yang melibatkan sejumlah unsur untuk mendukung pengawasan dan pemeliharaan kawasan sungai.

“Antisipasinya dari pemerintah, nanti Linmas juga akan kita tempatkan di sini, khusus untuk mengawasi agar tidak ada lagi yang berjualan secara permanen. Kita juga sudah membentuk Satgas Peduli Sungai, nanti ada beberapa unsur yang tergabung di dalamnya,” ungkap Wali Kota.

Ia mengatakan, berbagai langkah tersebut masih akan dievaluasi sesuai perkembangan di lapangan. Pemerintah akan melihat kondisi kawasan setelah pembangunan selesai serta respons masyarakat terhadap penataan yang dilakukan.

“Makanya kita evaluasi dulu, kita lihat perkembangannya seperti apa dan bagaimana masyarakatnya. Kalau sudah dibangun, kita harus sama-sama membersihkan dan menjaganya. Pemerintah akan terus mengupayakan itu,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan parkir, Pemerintah Kota Cirebon akan melakukan pengaturan setelah seluruh proses pembangunan dan penataan kawasan selesai. Dinas Perhubungan Kota Cirebon akan menentukan titik-titik parkir yang sesuai dengan kondisi dan konsep akhir kawasan.

“Kantong parkir nanti akan diatur oleh Dishub setelah semuanya selesai. Nanti kita tentukan titik-titik mana yang memang harus menjadi titik parkir. Konsep ini kan masih belum selesai, nanti kita atur semuanya,” pungkasnya.

( Soleh )

error: Content is protected !!