INDRAMAYU, sidikkriminal.co.id – Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin terus mendorong berbagai program pembangunan dan pelayanan publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi “Indramayu REANG”. Kamis, (27/08/2026).
Memasuki periode Januari hingga Juli 2026, sejumlah capaian kinerja pemerintah daerah tercatat pada berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, infrastruktur, perlindungan nelayan, perumahan, hingga pertanian.
Salah satu capaian penting adalah keberhasilan Kabupaten Indramayu meraih peringkat ke-5 nasional dan peringkat ke-3 di Provinsi Jawa Barat dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di bidang pemberdayaan ekonomi desa dan kelurahan, Pemkab Indramayu juga telah membangun 200 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari target sebanyak 317 unit. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, sektor pendidikan mendapat perhatian melalui keberadaan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi. Pada Tahun Ajaran 2026, sekolah tersebut telah menampung 370 peserta didik. Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan kurang lebih 10 hektare dengan kapasitas pengembangan hingga 1.000 siswa.
Pada sektor industri, pemerintah daerah melakukan penyiapan pengembangan enam Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang meliputi wilayah Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng, dan Tukdana. Total luasan kawasan tersebut mencapai sekitar 14.110 hektare, di luar Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Pengembangan kawasan ini diarahkan untuk mendukung kawasan Rebana dan Metropolitan serta membuka peluang pertumbuhan investasi dan lapangan kerja.
Perlindungan terhadap masyarakat nelayan juga menjadi bagian dari program pemerintah. Pemkab Indramayu mengalokasikan premi asuransi ketenagakerjaan/perlindungan nelayan kecil bagi 1.000 nelayan dengan kapal di bawah 10 Gross Ton (GT). Program tersebut memiliki nilai sekitar Rp201 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.
Di sektor perumahan, pemerintah mencatat penanganan 310 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Jumlah tersebut terdiri atas 22 unit melalui APBD Kabupaten Indramayu dan 288 unit melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari APBN.
Sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan utama Kabupaten Indramayu juga terus mendapat perhatian. Luas total Lahan Baku Sawah tercatat sekitar 124.517 hektare, sementara Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mencapai 92.888 hektare. Pemerintah menargetkan produksi padi mencapai 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).
Upaya peningkatan produksi pertanian dilakukan melalui berbagai intervensi, antara lain pemberian bantuan alat dan mesin pertanian seperti mesin pompa air, normalisasi saluran, pembangunan irigasi perpompaan, pengembangan jaringan irigasi air tanah, serta pengaturan gilir-giring air. Selain padi, produksi komoditas mangga di Kabupaten Indramayu tercatat sekitar 114.000 ton per tahun.
Pembangunan infrastruktur juga terus digenjot. Perbaikan jalan lingkungan telah mencapai 20.298 meter, jalan desa 31.200 meter, dan jalan kabupaten 23.160 meter. Pemerintah juga melakukan normalisasi sungai dan saluran pembuang sepanjang 60.170 meter, serta peningkatan jaringan irigasi permukaan sepanjang 6.110 meter.
Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat, pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menjadi bagian dari program infrastruktur. Targetnya mencapai 3.199 titik PJU hingga Desember 2026.
Di bidang pendidikan, Pemkab Indramayu melakukan peningkatan sarana dan prasarana pada 322 sekolah mulai jenjang TK, SD hingga SMP. Program tersebut mencakup revitalisasi, rehabilitasi, serta pembangunan ruang kelas baru.
Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga memberikan dukungan berupa meubelair untuk SD sebanyak 2.254 set dan meubelair untuk SMP sebanyak 1.856 set.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan arah pembangunan Kabupaten Indramayu pada periode Januari–Juli 2026 yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi masyarakat, perlindungan sosial, pendidikan, pertanian, serta pengembangan kawasan industri.
Pemerintah Kabupaten Indramayu menargetkan berbagai program tersebut terus dilanjutkan dan ditingkatkan hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat terwujudnya Indramayu REANG, dengan pembangunan yang diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.
(Dadang)












