Pemerintahan

Pemerintah Gelontorkan Rp1,29 Triliun untuk Pulihkan Layanan Air Minum Pascabencana di Aceh

32
×

Pemerintah Gelontorkan Rp1,29 Triliun untuk Pulihkan Layanan Air Minum Pascabencana di Aceh

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, sidikkriminal.co.id – Pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,29 triliun untuk mempercepat pemulihan layanan air minum di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun dan merehabilitasi sistem penyediaan air minum (SPAM) di sembilan kabupaten/kota agar masyarakat kembali memperoleh akses air bersih yang layak. Senin, (20/07/2026).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar pascabencana menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Namun, fokusnya bukan hanya mengejar penyelesaian proyek, melainkan juga memastikan hasil pembangunan lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan progres positif. Namun, fokus kami tidak hanya pada percepatan penyelesaian, melainkan juga memastikan kualitas hasil pemulihan agar lebih tangguh, tepat sasaran dan berkelanjutan,” ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli.

Anggaran sekitar Rp1,29 triliun tersebut merupakan akumulasi dari tiga paket penanganan SPAM pascabencana yang saat ini tengah dikerjakan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU. 1. Paket Pertama

Paket pertama memiliki nilai kontrak sebesar Rp516,59 miliar untuk penanganan SPAM di Kabupaten Aceh Tamiang I, Aceh Utara, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Hingga 1 Juli 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 37,59 persen.

Lingkup pekerjaan pada paket itu meliputi pembangunan dan peningkatan empat sistem SPAM, pembangunan lima sumur bor dangkal dan 25 sumur bor dalam, pembangunan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dengan total kapasitas 250 liter per detik (Lps) sert satu titik tapping jaringan PDAM.

2. Paket kedua

Sementara itu, paket kedua mencakup penanganan SPAM di Kabupaten Aceh Tamiang II, Aceh Timur dan Kota Langsa, dengan nilai kontrak Rp246,69 miliar. Hingga awal Juli 2026, progres pekerjaan mencapai 35,22 persen.

Pekerjaan pada paket tersebut meliputi pembangunan empat sistem SPAM yang didukung pembangunan 10 sumur bor dangkal, 20 sumur bor dalam, satu sumber air permukaan, satu titik tapping PDAM serta dua IPA baru berkapasitas total 70 Lps.

3. Paket Ketiga

Adapun paket ketiga dikerjakan di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan Bener Meriah dengan nilai kontrak mencapai Rp526,42 miliar.

Hingga 1 Juli 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 39,52 persen.

Paket tersebut mencakup penanganan sembilan sistem SPAM melalui pembangunan satu sumur bor dangkal, 50 sumur bor dalam, satu sumber air permukaan serta tiga IPA baru dengan total kapasitas 160 Lps.

Selain itu, dilakukan pembangunan IPA 40 Lps SPAM Meureudu dan rehabilitasi SPAM Ulim di Kabupaten Pidie Jaya, pembangunan IPA 2×50 Lps SPAM Teupin Mane dan rehabilitasi SPAM Bukit Mulia di Kabupaten Bireuen serta pembangunan IPA 20 Lps SPAM Lampahan dan rehabilitasi SPAM Janarata di Kabupaten Bener Meriah.Mulai dari penambahan tenaga kerja dan jam kerja, percepatan proses engineering dan persetujuan desain secara paralel, penggunaan struktur baja untuk bangunan kompak, prefabrikasi komponen IPA berbahan baja hingga penambahan alat berat berupa crane.

Melalui penanganan SPAM pascabencana tersebut, pemerintah berharap layanan air minum di wilayah terdampak dapat segera pulih, sehingga masyarakat kembali memperoleh akses air bersih yang layak.

Sementara di sisi lain, pembangunan itu juga diharapkan memperkuat ketahanan infrastruktur dasar sekaligus mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Aceh.

(Junaidi)

error: Content is protected !!