DaerahHukum & KriminalTNI POLRI

Dugaan Perselingkuhan ASN: Dua Guru SD Negeri di Purbalingga Digerebek Suami, Dunia Pendidikan Kembali Tercoreng

1094
×

Dugaan Perselingkuhan ASN: Dua Guru SD Negeri di Purbalingga Digerebek Suami, Dunia Pendidikan Kembali Tercoreng

Sebarkan artikel ini

PURBALINGGA, sidikkriminal.co.id
Dunia pendidikan di Kabupaten Purbalingga kembali diguncang. Dugaan perselingkuhan yang melibatkan dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Karangmoncol mencuat ke publik dan memicu gelombang kecaman.

Peristiwa penggerebekan terjadi pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Seorang suami berinisial RD diduga memergoki istrinya, SR, yang juga berstatus guru ASN, tengah berada di dalam rumah bersama pria lain, MH, yang diketahui merupakan rekan sejawatnya sesama guru.

Informasi yang beredar cepat di tengah masyarakat ini langsung ditindaklanjuti awak media melalui penelusuran dan konfirmasi ke sejumlah pihak terkait.

MH, saat ditemui, mengakui adanya penggerebekan tersebut. Namun, ia berupaya menepis tudingan perselingkuhan.

> “Memang benar ada penggerebekan sekitar pukul 12 siang. Kami berdua di rumah, tapi tidak melakukan apa pun. SR hanya datang untuk meminta bantuan pekerjaan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya publik, mengingat pertemuan dilakukan secara tertutup di dalam rumah pada jam kerja. MH juga mengungkapkan bahwa dirinya dan SR sama-sama tengah menjalani proses perceraian dengan pasangan masing-masing.

> “Kami sama-sama sedang proses perceraian,” tambahnya.

Sementara itu, RD selaku suami SR memilih irit bicara dan belum bersedia memberikan keterangan rinci.

> “Belum bisa ditemui, situasi belum memungkinkan,” ujarnya singkat.

Upaya konfirmasi kepada SR juga tidak membuahkan hasil. Pihak yang dihubungi melalui sambungan telepon menolak memberikan klarifikasi dan enggan membuka akses komunikasi langsung dengan yang bersangkutan.

Di sisi lain, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa penggerebekan tersebut. Kanit Polsek setempat menyampaikan bahwa kasus telah dimediasi di tingkat awal.

> “Informasi dari anggota memang benar ada penggerebekan. Sudah dilakukan mediasi, dan pihak suami tidak melanjutkan ke ranah hukum dengan syarat kejadian tidak terulang. Namun, dari pihak SR justru menginginkan perpisahan,” jelasnya.

Meski berakhir mediasi, kasus ini tidak serta-merta selesai. Sorotan publik justru semakin tajam, mengingat kedua pihak merupakan ASN yang terikat aturan disiplin ketat, termasuk dalam hal moral dan etika.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS serta PP Nomor 45 Tahun 1990, dugaan pelanggaran semacam ini dapat berujung pada sanksi berat. Mulai dari penurunan jabatan, pembebasan dari jabatan, hingga pemberhentian.

Bahkan, apabila terbukti terjadi perzinaan atau hubungan di luar ikatan sah, sanksi terberat berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) bukan hal yang mustahil.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa integritas seorang ASN, terlebih tenaga pendidik, tidak hanya diukur dari kinerja di ruang kelas, tetapi juga dari sikap dan moral dalam kehidupan pribadi.

Jika dugaan ini terbukti, maka yang tercoreng bukan hanya nama individu, tetapi juga marwah dunia pendidikan yang seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda.

Awak Media akan terus mengawal dan menelusuri perkembangan kasus ini hingga tuntas, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penanganannya.

Redaksi Liza Amelia

error: Content is protected !!