Pemerintahan

Wakil Wali Kota Ajak Para Ibu Jadi ‘Manajer Kesehatan’ Lawan Stunting

9
×

Wakil Wali Kota Ajak Para Ibu Jadi ‘Manajer Kesehatan’ Lawan Stunting

Sebarkan artikel ini

KOTA CIREBON, sidikkriminal.co.id  – Pemerintah Kota Cirebon melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) menggelar aksi nyata berupa sosialisasi intensif sekaligus pembagian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikhususkan bagi balita yang terindikasi stunting di Kelurahan Kebonbaru, Kamis (5/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar kota untuk memastikan tidak ada anak Kota Cirebon yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang juga menjabat sebagai Ketua TP3S, hadir langsung untuk memberikan dukungan moril kepada para orang tua.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar soal tinggi badan yang tidak ideal, melainkan sebuah sinyal peringatan.

Menurutnya, stunting menunjukkan adanya kebutuhan dasar otak dan tubuh anak yang belum terpenuhi secara maksimal pada masa-masa emas pertumbuhannya.

“Anak adalah anugerah terbesar sekaligus amanah. Masa emas itu terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kandungan hingga usia dua tahun. Di sinilah fondasi kecerdasan dan ketahanan tubuh dibangun. Jika fondasinya kokoh, anak akan tumbuh cekatan, mudah menangkap pelajaran, dan tidak mudah sakit,” ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menjelaskan bahwa program MBG yang digulirkan hari ini bukan sekadar bantuan sosial biasa.

Pemerintah Kota Cirebon telah merancang komposisi makanan tersebut dengan perhitungan gizi yang presisi, mencakup protein dan mikronutrien penting.

Tujuannya adalah memberikan stimulasi gizi sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para orang tua mengenai standar menu sehat bagi balita.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengingatkan warga bahwa gizi berkualitas tidak selalu identik dengan harga mahal.

Sebagai kota pesisir, Kota Cirebon memiliki kekayaan sumber daya laut yang luar biasa.

Ikan dan telur disebutnya sebagai “pangan super” yang mudah didapat namun memiliki dampak besar bagi perkembangan otak anak.

Tantangan utamanya, menurut Farida, hanyalah konsistensi dan kreativitas orang tua dalam menyajikannya.

Namun, urusan stunting ternyata tidak berhenti pada isi piring saja.

Wakil Wali Kota menyoroti pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa nutrisi yang masuk ke tubuh tidak efektif jika anak sering mengalami infeksi akibat lingkungan yang kotor.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Kebonbaru untuk lebih peduli pada kebersihan drainase dan sanitasi rumah tangga.

“Para ibu adalah manajer kesehatan di rumah tangga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kader Posyandu. Kami di TP3S akan terus mendukung dengan kebijakan yang berpihak pada kesehatan keluarga. Ingat, setiap suap makanan bergizi hari ini adalah investasi besar untuk kesuksesan anak-anak kita dua puluh tahun ke depan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Cirebon berharap melalui kegiatan di Kelurahan Kebonbaru ini, angka stunting dapat ditekan secara signifikan.

Sinergi antara pemerintah melalui bantuan gizi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga pola asuh serta kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk mewujudkan generasi Kota Cirebon yang sehat, cerdas, dan unggul di masa depan.

Kehadiran program ini pun disambut baik oleh masyarakat setempat.

Yuni, salah satu warga Kebonbaru yang memiliki balita, mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya pemberian paket MBG dan edukasi langsung dari pemerintah.

Baginya, informasi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal seperti ikan sangat membuka wawasan baru agar tidak selalu bergantung pada produk instan.

“Saya berterima kasih sekali kepada Pemerintah Kota Cirebon. Bantuan ini sangat kami butuhkan, apalagi ada penjelasan langsung soal cara mengolah makanan. Jadi kami sebagai orang tua lebih paham bahwa mencegah stunting itu bisa dilakukan dari hal-hal kecil di rumah,” ungkapnya.

(Dadang)

error: Content is protected !!