NasionalPemerintahan

SMPN 7 Kota Cirebon Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri pada HUT ke-81 RI

16
×

SMPN 7 Kota Cirebon Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri pada HUT ke-81 RI

Sebarkan artikel ini

KOTA CIREBON, sidikkriminal co.id – Pemerintah Kota Cirebon menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon di Lapangan Madya, Kompleks Stadion Bima, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kota Cirebon, para veteran, instansi vertikal, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pelajar, serta masyarakat.

Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut juga menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kota Cirebon. SMPN 7 Kota Cirebon di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Dra. Euis Sulastri, M.Pd., menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Selain penghargaan bagi sekolah, Euis Sulastri juga menerima penghargaan atas keberhasilannya sebagai kepala sekolah dalam membangun dan mengembangkan prestasi Adiwiyata Mandiri. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Efendi Edo.

Penghargaan Adiwiyata Mandiri merupakan salah satu bentuk apresiasi tertinggi bagi sekolah yang dinilai berhasil melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) secara konsisten dan berkelanjutan.

Sekolah penerima Adiwiyata Mandiri tidak hanya dituntut mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan ramah lingkungan, tetapi juga memiliki peran dalam membina sekolah lain agar turut menerapkan budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

Dalam penerapannya, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, di antaranya kebersihan lingkungan, sanitasi dan saluran air, pengelolaan serta pemilahan sampah, pengurangan dan daur ulang sampah, penghijauan, konservasi air dan energi, hingga pembinaan terhadap sekolah lain.

Prestasi SMPN 7 Kota Cirebon tersebut sekaligus menunjukkan komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui keterlibatan seluruh warga sekolah.
Dalam keterangannya, Dra. Euis Sulastri, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima SMPN 7 Kota Cirebon.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami seluruh keluarga besar SMPN 7 Kota Cirebon untuk terus menjaga dan meningkatkan budaya peduli lingkungan di sekolah. Ini bukan hanya prestasi sekolah, tetapi hasil kerja bersama seluruh warga sekolah.” tutur Euis Sulastri.

Euis menambahkan, keberhasilan meraih Adiwiyata Mandiri tidak lepas dari kerja sama antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta berbagai pihak yang mendukung program lingkungan hidup di sekolah.

Ke depan, Euis berharap program Adiwiyata tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi terus menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah.

“Ke depan kami berharap budaya peduli lingkungan ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Kami juga ingin memberikan contoh serta membina sekolah lain agar bersama-sama membangun lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.” harap Euis.

Penghargaan Adiwiyata Mandiri ditetapkan melalui proses penilaian secara berjenjang. Sekolah terlebih dahulu dinilai dan direkomendasikan melalui pemerintah daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Selanjutnya, dokumen serta bukti fisik program lingkungan sekolah divalidasi oleh tim penilai tingkat pusat. Penetapan penerima penghargaan kemudian dilakukan melalui keputusan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan diraihnya penghargaan tersebut, SMPN 7 Kota Cirebon diharapkan semakin konsisten menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan perilaku hidup bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.

Prestasi itu pun menjadi bagian dari catatan penting peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Cirebon, sekaligus memperkuat komitmen dunia pendidikan dalam menciptakan generasi yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

(Dadang)

error: Content is protected !!