Batam,sidikkriminal.co.id – 7 Februari 2026 – Penggiat sosial Haris, Ketua LSM Transparansi Kebijakan Pemerintah (TKP-DPD) Batam, menghantam rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang mewacanakan penyatuan retribusi sampah ke tagihan air.
Kebijakan ini, yang mencuat di media pada 20 Januari 2026, disebutnya bom waktu yang bakal picu konflik kepentingan, keresahan sosial, dan lubang hitam akuntabilitas keuangan publik.
“Rencana ini gila! Air dan sampah rezim berbeda, kalau dipaksa disatukan, rakyat yang celaka,” tegas Haris saat diwawancarai awak media, Sabtu (7/2).
Baca Juga : Warga Batam Dirugikan Tagihan Air Tak Wajar, Meteran Dicabut Sepihak Oleh ABH / Air Batam Hilir
Ia menyoroti layanan air bersih Batam dikuasai BP Batam sebagai pemilik aset dan pemberi konsesi, dengan penagihan oleh BU SPAM via PT Air Batam Hilir. Pendapatannya milik badan usaha, diawasi BP Batam lewat perjanjian kerja sama.
Sementara retribusi sampah? Itu PAD murni Pemko Batam, diawasi DPRD.
“Uang sampah dititipkan ke tagihan air, lalu lari ke mana? Siapa jamin transparansinya? Jangan biarkan rakyat jadi korban kebijakan abu-abu yang bau korupsi!” bentak Haris.
Risikonya nyata: keterlambatan air, kualitas buruk, atau tagihan melonjak—keluhan warga sejak lama—kini bakal tambah beban retribusi. “Air hak dasar rakyat, dijamin UU.
Baca Juga : Lahan Tidur 3,5 Hektare Yayasan GBI Mawar Saron di Pasir Putih Batam Center Jadi Sorotan
Distribusinya ambruk, kualitas payah, malah dilempar sampah ke tagihannya. Rakyat Batam bukan kelinci percobaan!” geramnya.
Haris tak sekadar kritik; ia lempar solusi radikal: serahkan pengelolaan air sepenuhnya ke Pemko Batam.
Manfaatnya jelas:Pendapatan air masuk PAD Pemko, bukan badan usaha.
DPRD awasi langsung, akuntabel.Penanganan air cepat, responsif, pro-rakyat.
“Kalau Pemko pegang air, tuntutannya jelas: mati, kotor, mahal—langsung ke walikota! Bukan kabur ke BP Batam,” ujarnya.
Haris ingatkan Pemko: jangan gegabah sentuh hajat hidup rakyat tanpa kajian hukum, sosial, dan tata kelola matang. “Pemerintah lindungi rakyat, bukan tambah derita!
( D2k )












