DaerahNasionalSosial

Pastikan Kualitas Pembangunan, Danrem 063/SGJ Dampingi Aster Kasad Monitoring Pembuatan Jembatan Gantung Desa Ciwaringin

74
×

Pastikan Kualitas Pembangunan, Danrem 063/SGJ Dampingi Aster Kasad Monitoring Pembuatan Jembatan Gantung Desa Ciwaringin

Sebarkan artikel ini

CIREBON, sidikkriminal.co.id – Sabtu (20/12/2025), Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., mendampingi Kunjungan Kerja Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen dalam rangka peninjauan dan monitoring pembangunan Jembatan Gantung yang menghubungkan Blok Lebak Desa Ciwaringin dengan Blok Gondang Manis Desa Babakan, Kabupaten Cirebon.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung progres pembangunan jembatan, memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, serta meningkatkan koordinasi antara TNI AD dengan seluruh pihak terkait.

Setibanya di lokasi, Aster Kasad didampingi Danrem 063/SGJ, Aster Kasdam III/Siliwangi, Ka Zidam III/Slw, Pabandya 3/Binjementer Sterad, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, melaksanakan komunikasi dan dialog dengan perwakilan Vertical Rescue Indonesia (VRI), unsur pemerintah desa, tokoh agama, konsultan, serta pihak kontraktor.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengecekan denah dan spesifikasi teknis pembangunan jembatan gantung.

Selanjutnya, Aster Kasad meninjau langsung pelaksanaan pembangunan jembatan di sisi Blok Gondang Manis Desa Babakan, serta melihat kondisi akses lama berupa jembatan bambu yang selama ini digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Peninjauan tersebut menjadi perhatian khusus mengingat keberadaan jembatan baru sangat dibutuhkan warga sebagai sarana penghubung antar desa yang aman dan layak.

Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah.

“Pembangunan jembatan gantung ini sangat strategis karena menjadi akses utama masyarakat antar desa. Kehadiran Bapak Aster Kasad menunjukkan komitmen pimpinan TNI AD dalam memastikan setiap program teritorial benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Danrem.

Lebih lanjut Danrem menambahkan, sinergi antara TNI AD, Vertical Rescue Indonesia, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat menjadi kunci utama percepatan pembangunan.

“Dengan semangat gotong royong dan kerja sama semua pihak, kami optimistis pembangunan jembatan ini dapat selesai lebih cepat dari target dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan jembatan gantung ini merupakan kerja sama TNI AD dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang dimulai sejak 13 Desember 2025.

Jembatan direncanakan memiliki panjang 65 meter dengan lebar lantai 1,2 meter, membentang di atas sungai selebar sekitar 40 meter. Target waktu pembangunan maksimal 21 hari.

(Dadang)

error: Content is protected !!