Nasional

Parah…!! Bantuan Pamsimas Dukuh Tengah Desa Kalijurang Tonjong Diduga Dikomersilkan: Tunggak Bayar Kran Disegel, Duitnya Buat Beli Seragam Petugas

484
×

Parah…!! Bantuan Pamsimas Dukuh Tengah Desa Kalijurang Tonjong Diduga Dikomersilkan: Tunggak Bayar Kran Disegel, Duitnya Buat Beli Seragam Petugas

Sebarkan artikel ini

BREBES,sidikkriminal.co.id
Jawa Tengah 11/08/2026
Bantuan sarana air bersih Pamsimas Kedoya Tirta di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, mendadak jadi sorotan warga.

Fasilitas air bersih dari pemerintah yang harusnya buat sosial, diduga malah dikomersilkan pengurusnya.

Warga mengeluh lantaran aturan pengurus dinilai main kencang. Kalau ada warga yang terlambat bayar iuran bulanan, kran air langsung disegel mati.

Sadisnya lagi, tarif air disetel beda-beda tanpa transparansi, bahkan hasilnya sampai disinyalir kuat dipakai buat beli seragam pengurus.

“Air bantuan pemerintah kok kayak dagangan swasta? Telat bayar dikit main segel, padahal tarifnya aja simpang siur,” cetus seorang warga yang mewanti-wanti namanya tak ditulis, Selasa 11 Agustus 2026.

Saat dikonfirmasi, Ketua Pengurus Pamsimas tak menampik adanya polemik tersebut. Beralih alasan, ia mengaku justru kepusingan lantaran iuran warga banyak yang macet.

“Pengguna aktif ada 189, yang murni perumahan 160, sisanya ke perkebunan. Soal tarif beda-beda itu sengaja biar nggak ada kecemburuan sosial. Kas kita ada sekitar Rp20 jutaan dari 2019, tapi ya itu, duitnya masih di tangan warga yang nunggak,” kelit sang Ketua.

Soal kontribusi ke desa, pengurus mengklaim pernah nyetor ke Pendapatan Asli Desa (PAD) sebanyak dua kali sebesar Rp500 ribu. Sayang, Sekretaris Pamsimas A. Sekhu dan Bendaharanya, Mustofa, ngacir dan belum bisa ditemui.

Tudingan pengurus Pamsimas langsung disemprot Kepala Desa Kalijurang, Edy Riyanto, SH. Kades menegaskan pihak desa sama sekali tidak menikmati hasil Pamsimas tersebut dan mempersilakan pihak berwajib turun tangan.

“Silakan ditindaklanjuti saja! Boro-boro nyetor PAD dua kali, seingat saya cuma pernah sekali masuk Rp500 ribu. Nggak ada kontribusinya buat desa,” tegas Edy dengan nada geram.

Kini warga mendesak aparat terkait segera turun ke lokasi untuk membongkar dugaan penyimpangan Pamsimas Kedoya Tirta agar fungsi air bersih kembali untuk rakyat, bukan untuk memperkaya oknum pengurus.

Baehaqi Adam

error: Content is protected !!