DaerahHukum & KriminalTransparasi

Ketua BUMDES Mahija Desa Cinanas Bantarkawung Di Duga Gelapkan Anggaran Untuk Memperkaya Dirinya

26
×

Ketua BUMDES Mahija Desa Cinanas Bantarkawung Di Duga Gelapkan Anggaran Untuk Memperkaya Dirinya

Sebarkan artikel ini

BREBES, sidikkriminal.co.id
Ketua BUMDes”MAHIJA” Desa Cinanas,Bantarkawung,Brebes,Jawa Tengah. Diduga menggelapkan Anggaran BUMDes dari tahun 2019-2023 hingga Ratusan Juta Rupiah.

Dan pada tahun 2025 Pemerintah Desa Cinanas menggelontorkan anggaran ke BUMDes “MAHIJA” untuk Program Ketahanan Pangan (Ketapang) sebesar Rp 209.700.000,- rupiah,yang diperuntukan untuk Bebek Petelur,Domba Sakub dan Grend House tidak jelas Rencana Anggaran Biayanya (RAB).

Saat diklarifikasi oleh awak media lewat Pesan Whatsaap ketua BUMDes (WW) hanya mengasih jawaban ” Waallaikum salam dan mohon maaf”
Bahkan dari awak media dan lembaga mengajak tarung data secara legal (resmi) untuk transparansi ke masyarakat Desa Cinanas,Ketua BUMDes (WW) enggan menjawabnya memilih untuk diam.

Dari keteranga pelaksana pembuatan Grend House (AJ) yang sudah mengundurkan diri,saat ditemui oleh awak media dan lembaga Sabtu (18/04/2026) dirumahnya,tentang pembikinan grend house,hanya sebatas mengukur lokasinya saja,

“saya ditunjuk oleh ketua Bumdes sebagai pelaksana,namun saat dibuatnya Grend house tidak dilibatkan langsung,hanya sebatas mengukur lokasi saja,” kata (AJ)

Adapun saat mempertanyakan RAB (Rencana Anggaran Biaya) untuk pembuatan Grend house ke ketua Bumdes hanya dikasih janji saja,sampai berita ini diturunkan tidak ada kejelasannya dari ketua BUMDes yaitu (WW) untuk anggaran atau RAB pembuatan Grend house yang sudah berdiri untuk pertanian buah melon.

“Pada saat pengukuran lokasi untuk pembuatan grend house,semua keperluan,seperti tali Rafia saya beli sendiri,” Imbuh (AJ).

Dengan adanya pemberitaan ini,agar Aparatur Penegak Hukum dan dinas terkait untuk mengaudit anggaran BUMDes “MAHIJA” Desa Cinanas,Bantar kawung,Brebes dari tahun 2019 – 2025,sesuai dengan 8 asta cita Presiden Prabowo dalam Pidato Perdananya di Istana Negara “Kita harus menghadapi kenyataan bahwa masih terlalu banyak kebocoran,penyelewengan,korupsi di negara kita,”

Tim Investigasi

error: Content is protected !!