Brebes,sidikkriminal.co.id – di Curug Rambu Kasang. Senin 16/10/23,Mereka berharap hujan segera tiba.
Seperti bait – bait puisi ini :
Di bawah langit biru yang kering,
Rindu memburai dalam tanah yang gersang.
Harapanku turun dengan tetesan air, hujan, datanglah, siramilah bumi ini.
Berkisahlah tetes-tetesmu,
Melodi pelangi di awan yang mendung.
Embun merayakan tarian kehidupan,
Harapan yang tumbuh di setiap helai rerumputan.
Angan-angan bunga-bunga mekar,
Menari dalam irama rintik yang halus.
Hujan, kau adalah puisi rahmat,
Melodi kehidupan dalam desir airmu.
Dalam setiap titikmu terkandung doa,
Doa dari bumi yang haus akan kasih.
Hujan, aku menunggumu dengan rindu,
Untuk menyentuh bumi dan hati yang gersang.
Dengarlah seruan hati ini,
Dalam bisikan angin yang membawa kabar.
Hujan, hadirlah sebagai harapan yang nyata,
Bawa kehidupan, tumbuhkan keindahan di setiap sudut dunia,
Mereka berharap segera turun hujan. Ki.Ageng Jaka Bhuwana menuturkan demikian itu bentuk Apresiasi Jagat Raya ini. Jagat yang tidak baik – baik saja. Jagat yang kerap dilanda musibah. Musibah kebakaran dimana – mana. Karena Suhu panas mencapai hampir rata rata di titik 37.cc dan luapan gas bumi bergenang menampakan uap yang mudah terbakar.(Anton / A.Gopur )