CIREBON, sidikkriminal.co.id – Istri Kuwu Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Ratminah, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Dede April, Juara III Dangdut Academy (D’Academy) 7, terkait beredarnya unggahan di media sosial yang sempat viral dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Permohonan maaf tersebut disampaikan menyusul viralnya sebuah postingan yang diduga ditulis oleh akun Facebook bernama Ratminah, yang disebut-sebut merupakan istri Kuwu Pasuruan.
Peristiwa itu mencuat ke publik pada Jumat, 2 Januari 2025.
Sebagai bentuk itikad baik dan penyelesaian secara kekeluargaan, keluarga Kuwu Desa Pasuruan, Muja, bersama istri, mendatangi langsung keluarga besar Dede April pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ratminah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Dede April dan keluarganya.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Dede April atas postingan yang telah beredar di media sosial,” ujar Ratminah.
Senada dengan itu, Muja selaku Kuwu Desa Pasuruan sekaligus suami Ratminah turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Dede April.
“Barangkali postingan istri saya di Facebook dinilai kurang layak. Atas nama pribadi dan keluarga, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap Muja.
Sementara itu, pihak keluarga besar Dede April menyambut baik kedatangan Kuwu Pasuruan beserta istri. Mereka menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan untuk bertemu dan menyelesaikan persoalan secara langsung.
“Saya pribadi tidak pernah mempermasalahkan. Namanya juga manusia biasa, pasti ada salah dan khilaf,” tutur perwakilan keluarga Dede April.
Ia juga berpesan kepada masyarakat agar persoalan tersebut tidak lagi dibesar-besarkan.
“Kepada seluruh masyarakat yang mungkin merasa tersinggung atau dirugikan, mulai hari ini saya harap tidak ada apa-apa lagi dan jangan diperpanjang,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak keluarga menegaskan bahwa perdamaian dan persaudaraan harus dikedepankan.
“Kita semua manusia biasa, salah dan khilaf itu hal yang wajar. Mohon jangan dibahas lagi dan jangan diperpanjang, karena kita semua ini keluarga dan saudara,” pungkasnya.
Dengan adanya pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri polemik dan menjaga kondusivitas serta keharmonisan di tengah masyarakat.
(Dadang)












