JEPARA, sidikkriminal.co.id – Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, D.Sos., memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait penanganan banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Kecamatan Keling, bertempat di Balai Desa Damarwulan, Kabupaten Jepara, pada hari ini.
Rakor ini digelar sebagai langkah cepat TNI dalam menanggapi potensi bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, khususnya di daerah rawan longsor dan banjir.
Dalam arahannya, Dandim menekankan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat harus berjalan optimal. Ia menegaskan, “Kesiapsiagaan dan koordinasi yang matang adalah kunci untuk menekan dampak bencana dan melindungi masyarakat.”
Kegiatan rakor membahas kondisi terkini wilayah terdampak, termasuk identifikasi titik rawan, jumlah warga terdampak, serta status sarana dan prasarana yang terancam banjir dan longsor.
Dandim juga menekankan pentingnya respon cepat di lapangan, termasuk penyediaan personel TNI dan peralatan pendukung, agar evakuasi dan mitigasi bisa dilakukan segera jika curah hujan tinggi kembali turun.
Selain itu, rakor membicarakan strategi komunikasi dan informasi kepada warga, sehingga masyarakat selalu mendapat update situasi terkini dan dapat mengantisipasi risiko bencana secara mandiri.
Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi menegaskan, “Kami tidak hanya hadir untuk memimpin, tetapi juga memastikan seluruh unsur teritorial bekerja terkoordinasi. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami.”
Dengan rakor ini, diharapkan langkah-langkah penanganan banjir dan longsor di Kecamatan Keling dapat berjalan lebih terarah, cepat, dan efektif, sehingga dampak bencana dapat diminimalkan dan kondisi wilayah kembali aman.
(Ddg/rud)












