KABUPATEN CIREBON, sidikkriminal.co.id – Sebuah aksi kepedulian yang menginspirasi datang dari Dusun Kaligandu, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. pada Sabtu, (04/07/2026).
Seorang warga bernama Aas (42) membangun jalan cor sepanjang kurang lebih 1 kilometer menggunakan dana pribadi demi meningkatkan akses transportasi masyarakat.
Pembangunan jalan tersebut bukan berasal dari anggaran pemerintah maupun bantuan pihak lain, melainkan sepenuhnya dibiayai dari hasil usaha yang dirintis oleh Aas sebagai pengusaha pakan ternak.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya jalan yang sebelumnya rusak dan sempit kini berubah menjadi akses yang lebih layak dan nyaman digunakan masyarakat.
Meski hanya mengenyam pendidikan hingga jenjang Sekolah Dasar (SD), Aas membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan formal tidak menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan maupun memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurut warga setempat, kondisi jalan sebelumnya menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama para petani dan pengguna kendaraan yang melintas di kawasan persawahan.
Setelah dilakukan pembangunan, mobilitas warga menjadi lebih lancar, termasuk akses pengangkutan hasil pertanian yang kini lebih mudah.
Selain membangun jalan, Aas juga memperlebar jembatan yang berada di jalur tersebut sehingga dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman.
Kehadiran infrastruktur yang lebih baik dinilai memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Aas mengaku terdorong untuk membangun jalan tersebut karena prihatin melihat kondisi akses yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga.
Di samping itu, ia ingin memberikan contoh kepada anak-anaknya bahwa kesuksesan hendaknya diiringi dengan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Aksi sosial yang dilakukan Aas pun menuai apresiasi dari masyarakat.
Banyak warga menilai kepedulian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu bantuan pemerintah apabila ada semangat gotong royong dan keikhlasan untuk berbuat bagi kepentingan bersama.
Kisah Aas menjadi pengingat bahwa nilai pendidikan bukan hanya diukur dari jenjang formal, melainkan juga dari keteladanan, kepedulian, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Melalui dedikasinya, jalan yang dahulu rusak kini menjadi akses yang memperlancar aktivitas warga sekaligus menjadi simbol bahwa kepedulian dapat menghadirkan perubahan yang berarti bagi lingkungan.
(Dadang)












