CIREBON, sidikkriminal.co.id – Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., secara resmi membuka Festival Hari Nusantara 2025 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Korem 063/SGJ, bertempat di depan Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, Sabtu malam (27/12/2025).
Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 350 orang dari unsur TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh budaya, serta masyarakat.
Festival ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan, melestarikan nilai-nilai kebudayaan Nusantara, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Rangkaian acara diawali dengan Beragam penampilan seni turut memeriahkan acara, di antaranya penampilan Kowad Korem 063/SGJ, puisi dan kolaborasi seni Nusantara, hingga penampilan Guest Star Band Korem 063/SGJ.
Dalam sambutan Wali Kota Cirebon Effendi Edo, S.A.P., M.Si., yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Drs. Agus Sukmajaya, disampaikan bahwa Festival Hari Nusantara bukan sekadar hiburan, melainkan sarana memperkuat jati diri Kota Cirebon sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman budaya.
Ia juga mengapresiasi peran TNI, khususnya Korem 063/SGJ, dalam menjaga stabilitas keamanan yang memungkinkan kreativitas dan pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Nusantara merupakan momentum penting untuk mengingat kembali Deklarasi Djuanda yang menegaskan Indonesia sebagai negara kepulauan yang utuh dan berdaulat.
“Hari Nusantara bukan hanya peringatan, tetapi pengingat akan pentingnya persatuan bangsa dan kedaulatan wilayah. Sejalan dengan itu, peringatan HUT ke-76 Korem 063/Sunan Gunung Jati menjadi wujud rasa syukur sekaligus komitmen kami untuk terus mengabdi kepada rakyat,” tegas Danrem.
Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa keberhasilan Korem 063/SGJ selama 76 tahun tidak terlepas dari dukungan masyarakat.
Oleh karena itu, festival ini menjadi sarana untuk mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan.
“tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya wilayah pesisir dan kekayaan alam Nusantara,” tambahnya.
Festival ini diharapkan dapat menjadi agenda positif yang memperkuat identitas budaya, persatuan, serta semangat kebersamaan dalam membangun Kota Cirebon.
(Dadang)












