DaerahHukum & Kriminal

Ditengah Pemotongan Anggaran BPJS, RSUD Bumiayu Gerak Cepat Selamatkan Pasien Melalui Program CSR

492
×

Ditengah Pemotongan Anggaran BPJS, RSUD Bumiayu Gerak Cepat Selamatkan Pasien Melalui Program CSR

Sebarkan artikel ini

BREBES, sidikkriminal.co.id
Kebijakan pengalihan anggaran daerah demi mendanai program prioritasbaru, salah satunya program makan siang gratis- mulai berdampak nyata di akar rumput, pengurangan alokasi dana kesehatan ini memicu penonaktifan kepesertaan BPJS Bersubsidi ( PBI ) Bagi sebagian warga tidak mampu/miskin, serta pembatasan penggunaan surat keterangan tidak mampu ( SKTM).

Namun, di tengah impitan birokrasi tersebu, RSUD Bumiayu Kabupaten Brebes pada Selasa (30/6/2026) membuktikan bahwa keselamatan pasien tetap di atas segalanya.
Nasib malang sekaligus beruntung di alami oleh Naningsih, warga dk. Krajan RT 04/05 Ds. Pagojengan Kec. Paguyangan Kab. Brebes. Saat ini, Ia tengah terbaring sakit dan menjalani perawatan intensif di RSUD Bumiayu. Saat mendaftar, keluarga Naningsih sempat di rundung kecemasan luar biasa.

Kartu BPJS Kesehatankedapatan di nonaktifkan pemerintah sebagai imbas dari efisiensi anggaran kesehatan,disisi lain, jalur penjaminan melalui SKTM pun sudah tdk dapat di gunakan lg karena kuota daerah yg terkuras. Naningsih terancam statuspasien umum dengan biaya mandiri. Terobosan lewat jalur CSR menghadapi situasi krusial ini,

manajemen RSUD Bumiayu tidak tinggal diam,” Rumah sakit milik pemkab Brebes ini langsung mengaktifkan sistem mitigasi sosial melalui optimalisasi pprogram corporate social Responsibility ( CSR) dan kemitraan sosial internal.
Program penjaminan alternatif ini di rancang khusus untuk menanggulangi pasien yg bener bener berada di garis kemiskinan.

dan kehilangan hak jaminan kesehatannya, keberhasilan penanganan Naningsih tidak lepas dari kordinasi Taktis lintas sektoral. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yang di komandoi oleh Dr. Dedy Iskandar, langsung membangun komunikasi cepat dengan pihak RSUD Bumiayu yg di pimpin oleh Direktur RSUD Bumiayu, dr. Hero. Dilini lapangan.

koordinasi tersebut di eksekusi sevara taktis oleh dr. Syafi’i untuk memastikan seluruh administrasinya.
Kami berkoordinasi secara intensif dengan dinas kesehatan. Begitu ada sinyal bahwa pasien benar benar tdk memiliki jaminannya terputus akibat kebijakan penyesuaian anggaran pusat, kami langsung alihkan ke Skema penjaminan alternatif seperti CSR. Prinsipnya tidak ada boleh penolakan pasien tidak mampu, ujar Drektur RSUD Bumiayu.
pelayanan profesional tanpa Diskriminasi.
meski berstatus sebagai pasien yang di bantu lewat skema non-pemerintah, Naningsih mendapatkan hak perawatab yang sepenuhnya setara. Pihak keluarga mengaku sangat terbantu dan merasa tenang karena penanganan tim medis RSUD Bumiayu yang di nilai sangat profesional ramah cepat dan tanggap. Kami sempat bingung dan takut karena BPJS mati dan SKTM tidak bisa. Alhamdulillah, dokter dan perawat di RSUD Bumiayu sangat peduli. Penanganannya cepat, profesional,dan kami di buatnya nyaman tanpa di beda bedakan. Ungkap salah satu kerabat Naningsih yg menjaga di ruang rawat.

Kasus Naningsih menjadi Potret sekaligus alarm bagi pembuat kebijakan di tingkat daerah maupun pusat mengenai dampak domino dari pergeseran anggaran publik.
Namun, langkah taktis yang di tujukan oleh duet DINKES Brebes dan RSUD Bumiayu ini menjadi oase, sebuah contoh nyata bahwa dedikasu kemanusiaan dan profesionalisme medis mampu menerobos kekakuan regulasi demi menyelamatkan nyawa warga.
Saat ini, kondisi Naningsih di laporkan kian ada perubahan di bawah pengawasan ketat tim medis RSUD Bumiayu. Pewarta

Red/Baehaqi Adam.

error: Content is protected !!