BREBES,sidikkriminal.co.id –
Pada Kamis (07/052026)
Anggaran BUMDes tahun 2019 sampai 2024 sebesar Rp 532 Juta Rupiah yang dialokasikan untuk Simpan pinjam,Penjualan gas 3 kg,Pertamini serta Foto copy dan Alat Tulis Kantor,sekarang hanya tinggal aset tak bergerak saja seperti mesin Foto copy,Komputer,Laptop Dan Mesin Pertamini.
Saat dikonfirmasi Suwito selaku Ketua Bumdes “Brayan Maju” di Kandang Ayam milik Bumdes anggaran tahun 2025 sebesar Rp 295 juta untuk Ketahanan Pangan (Ketapang) menjelaskan bahwa Anggaran tahun 2019 sampai 2024 untuk permodaan Bumdes mengalami kegagalam.
“Benar anggaran Bumdes tahun 2019 sampai 2024 mengalami kegagalan atau tidak berjalan,bahkan sampai pindah lokasi untuk usaha tetap gagal juga ,” kata Suwito.
Saat dikonfirmasi oleh awak media dan lembaga dalam menjalankan anggaran yang begitu besar dan cara pengelolannya seperti apa sampai mengalami kegagalan Suwito tidak menjawab,bahkan diarahkan ke sekretaris Bumdes yaitu Ali untuk mempertanyakan data dan anggaran Bumdes di tahun 2019 sampai 2024.
Saat dikonfirmasi dirumahnya Ali selaku sekretaris Bumdes,tidaklah tahu permodalan Bumdes begitu besar untuk apa saja,dengan alasan data disimpan di Laptop dan untuk Laptop disimpat ditempat Suwito.
“saya tidak ingat pak,karena anggaran kebutuhan dan pembelian semua data ada pada Laptop,cuma seingat saya pembelian mesin Foto copy seharga Rp 50 juta dan untuk permodalan Simpan pinjam kepunyaan pihak ke tiga bukan modal Bumdes ,” kata Ali.
setelah menemui Sekretaris Bumdes yaitu Ali,awak media dan lembaga menemui Herman yang lokasi saat itu ditempati untuk usaha dan kantor Bumdes selama 5 tahun, di situ masih terdapat mesin pertamini milik Bumdes.
“Bumdes dulu untuk kantor dan tempat usaha ada disini,sistemnya kerjasama dan untuk pembangunan gedung ini Bumdes yang bangun ,” kata Herman
Menurut keterangan Herman awalnya ada kerjasama dengan Bumdes yaitu untuk Simpan pinjam dan penjualan Gas 3 kg,sesuai dengan keterangan sekretaris Bumdes Ali saat di konfimasi dirumahnya.
“untuk modal simpan pinjam dan penjualan
gas 3 kg semua modal dari saya semua dan Bumdes sekarang masih ada hutang sama saya sebesar Rp 2 juta 500 ribu,mesin pertamini ini untuk jaminan saya,makanya masih ada disini ,” imbuh Herman.
Dari keterangan sekretaris Bumdes dan Herman ,awak media dan lembaga menemui Suwito untuk memperjelas dan memperdalam hasil konfirmasi dengan mereka,dan pada saat dikonfirmasi ulang ada insiden dengan kedatangan awak media dan lembaga,Suwito tidak terima dengan adanya pertanyaan yang menyangkut anggaran Bumdes yang gagal dalam tata cara pengelolaannya.
sampai mengeluarkan kata kasar terhadap salah satu awak media serta berteriak minta tolong alasannya mau di kroyok,
” jep….!!! tolong…..!!! jep….tolong….ambilkan gobang…..!!! tolong….!!! saya dikroyok…..!!! ,” teriak Suwito sembari memanggil orang orang yang berada dikandang ayam.
Bahkan suwito mengeluarkan ancaman dan memaki dengan menyebut nama binatang terhadap salah satu awak.
” Ayo…..!!! mau preman…premanan apa….!!! teriak Suwito.
Dengan diunggahnya pemberitaan ini dan ada ancaman terhadap awak media,agar Aparatur Penrgak Hukum dan Dinas terkait untuk mengaudit anggaran Bumdes Brayan Maju,Desa Kalijurang,Tonjong,Brebes,dari tahun 2019 sampai 2025 sebesar Rp 826.000.000,- yang dikorupsi oleh Ketua Bumdesnya sendiri yaitu Suwito.
Tim Investigasi












