DaerahEkonomiTransparasi

Bumdes Wijaya Kusuma Berharap Menjadi Inovasi dan Motivasi Perekonomian Masyarakat Desa Cisaat

92
×

Bumdes Wijaya Kusuma Berharap Menjadi Inovasi dan Motivasi Perekonomian Masyarakat Desa Cisaat

Sebarkan artikel ini

CIREBON, sidikkriminal.co.id – Usaha budidaya peternakan kambing punya potensi yang luar biasa. Terlebih saat ini kebutuhan masyarakat akan daging semakin tinggi. Mulai dari memasok kebutuhan rumah makan sate, aqiqah hingga keperluan hari raya Idul Adha. Tak hanya itu, limbah dari peternakan pun bisa menjadi produk bernilai ekonomi.

Budidaya peternakan kambing adalah salah satu potensi usaha yang banyak dikembangkan oleh BUMDes. Ketersediaan lahan di desa dan tenaga kerja menjadi salah satu faktor pendukungnya. Termasuk permintaan yang tinggi akan daging kambing.

Berbagai potensi ini adalah peluang yang kini digarap banyak BUMDes di Indonesia. Seperti yang dilakukan BUMDes Wijaya Kusuma, Desa Cisaat kecamatan Dukupuntang kabupaten Cirebon. Nilai ekonomi dan pasar yang jelas menjadi alasan kenapa BUMDes ini menggarap usaha peternakan kambing.

Seperti jenis usaha lainnya, untuk membangun usaha peternakan kambing tentu saja memerlukan perencanaan. Baik terkait perencanaan kebutuhan kandang, induk kambing yang baik, ketersediaan pakan ternak, perawatan, pembesaran, tenaga kerja, hingga strategi penjualannya.

Berbagai rencana ini perlu disusun dengan baik agar usaha peternakan kambing bisa berkembang dalam mengurangi risiko kegagalan. Baik terkait dari sisi budidayanya maupun faktor risiko lainnya.

Seiring dengan waktu, pengalaman, dan pembelajaran, bisa menumbuhkan usaha ternak ini menjadi usaha profesional. Dan menjadikan BUMDes Wijaya Kusuma unit usaha peternakan kambing pun bisa memanen bisnis yang menjanjikan.

unit usaha peternakan kambing yang dikelola Bumdes Wijaya Kusuma ini di motori oleh Direktur Sukarna,SE, Sekertaris Rani,S.os, dan Bendahara Dewi Sinta,SE. “untuk meningkatkan ekonomi warga dan ketahanan pangan Program ini umum menggunakan sistem gaduh (bagi hasil) atau penggemukan kolektif, memanfaatkan dana desa untuk bibit, pelatihan, dan kandang. Usaha ini efektif meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan menciptakan lapangan kerja,”ujar Sukarna,SE

harapan direktur BUMDes Wijaya Kusuma terkait peternakan kambing berfokus pada pemberdayaan ekonomi, kemandirian desa, dan optimalisasi potensi lokal. Peningkatan Kesejahteraan Warga, Program peternakan kambing diharapkan menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat desa dan anggota BUMDes, Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).”tambahnya.

“Usaha peternakan diharapkan dapat menyumbang keuntungan bagi kas desa, yang pada akhirnya menunjang kemandirian desa, Pusat Penyediaan Ternak Lokal, Harapannya, BUMDes bisa menjadi pusat penyediaan hewan kurban dan kebutuhan hajatan bagi warga setempat dengan harga kompetitif

BUMDes juga dapat menciptakan peternak mandiri melalui pendampingan, pelatihan teknik budidaya, pemilihan bibit unggul, dan manajemen pakan,

“Direktur BUMDes menekankan pentingnya manajemen kandang, pengelolaan kesehatan ternak, dan keberlangsungan usaha agar tetap berjalan lancar dan berproduksi optimal (penggemukan/pengembangbiakan), Mengubah potensi lahan dan keahlian lokal menjadi unit usaha ekonomi riil.Dengan langkah-langkah ini, BUMDes diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai unit simpan pinjam, tetapi sebagai wadah nyata pemberdayaan ekonomi warga.” pungkas nya kepada awak media ini, Selasa, 05 Mei 2026.
(Agus Mulyanto)

error: Content is protected !!