Daerah

Buntut tidak duduk Anak kades ,sekdes ancam Masyarakat tidak dikeluarkan PKH dan BPNT

90
×

Buntut tidak duduk Anak kades ,sekdes ancam Masyarakat tidak dikeluarkan PKH dan BPNT

Sebarkan artikel ini

sidikkriminal.co.id.Lanuhanbatu/Sumut – Pemilihan Legis Latif ( Caleg) tanggal 14 Febuari 2024 yang lalu membuat mala petaka bagi Masyarakat di Dua Dusun Firdaus dan Rintis Desa Lingga Tiga Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Provinsi Sumatra Utara Senin11/3/2024.

 

Mala petaka yang di alami Masyarakat di Dua Dusun tersebut ,Dusun Pirdaus dan Rintis tidak keluarkannya kembali Pra Kelurga Harapan (PKH), Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) yang biasa di dapatkan Masyarakat miskin dan Kurang Mampu juga Lansia, di karenakan tidak duduknya Anak Kepala Desa (Kades) Muslim Adi Bowo menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kabupaten Labuhanbatu .

 

Masyarakat di Dua Dusun tersebut di ancam sekdes dengan Bahasa” jangan harapkan keluar PKH,BPNT lagi untuk Kamu” Kata Sekdes pada masyarakat yang menemuinya mempertanyakan tentang Bantuan.

 

Bahasa ancaman tersebut di keluarkan seorang pejabat Desa,menjabat sebaga Sekretaris Desa (Sekdes) Darmansya Sinaga dan juga sebagai tim sukses Anak Kades Lingga Tiga ,serta memberi uang kepada masyarakat Rp 100.000,- ( Seratus Ribu) per Orang agar memilih Anak Kepala Desa Aprianto yang ikut serta mencalonkan diri menjadi Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu.

 

Hal tersebut di Ceritaka salah seorang warga yang tidak mau di sebut namanya ,mewakili di Dua Dusun tersebut ,Dusun Firdaus dan Rintis menceritakan pengancaman yang di lontarkan sekdes Pada Masyarakat yang tidak memilih Anak sang kepala Desa tersebut.

 

Warga” tidak akan Kami keluarkan PKH ,BPNT dan jangan Kamu harap lagi mau kami mengurusnya Terutama Dusun Firdaus dan Rintis ” ucapnya.menirukan bahasa sekdes.

Setelah mendengar ancaman tersebut seluruh Masyarakat Merasa kecewa melaporkan dan menceritakan kepada salah seorang Awak media Online agar menindak lanjuti Prihal pengancaman Sekdes tersebut untuk mempertanyakan Ke Kantor Dinas Sosial atau laporkan ke Bupati Labuhanbatu.

 

Usai mendapat keterangan dari Masyarakat tersebut Awak media mencoba melalui via HP seluler WhatsAppnya sekdes Dharmansyah Sinaga untuk mengomfirmasi terkait perkataannya mengancam kepada masyarakat yang menemuinya,selang beberapa saat sekdes menjawab melalui WhatsAppnya.

 

Darmansyah” tidak benar itu

Manalah bisa kita memutus bantuan ini yang terkait bantuan miskin ekstrem yang keluar

Penerima bantuan BPNT kan belum keluar,Jadi mereka bertanya

Ya ku bilang lah belum keluar” terangnya pada awak media.

 

Lanjut Awak media juga mempertanyakan terkait yang di sebut sebagai tim sukses Anak Kades serta membagikan Uang Rp 100.000,- ( Seratus Ribu) / orang agar mencoblos anak kepala Desa yang ikut caleg.

 

Darmansya” tidak benar bang mana mungkin itu, aku ikut jadi tim sukses ,sedangkan aku juga Panitia di pemilu semalam” jawabnya. (Julip ependi)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!