Batam,sidikkriminal.co.id – Terkait kenaikkan parkir kota batam Senin 29 Januari 2024,Perwakilan ojol yang juga ketua pendiri wadah sobat ojol batam angkat bicara terkait kenaikkan tarif parkir.
Ketua dan pendiri dari wadah sobat ojol Batam Wahyudi terkait adanya kebijakan pemerintah perihal kenaikan tarif parkir khususnya buat kami sebagai driver ojek online di kota Batam itu sudah sangat membebani kami sebagai driver ojek online, kenapa bisa seperti itu kami katakan dalam satu hari perlu diketahui kami itulah yang hampir 10 – 20 kali yang sering parkir di sebuah mall ataupun Resto untuk mengambil orderan baik makanan yang dipesan oleh customer.
Bahkan mungkin para pekerja yang ada di pemerintahan dan kurang lebih waktunya mungkin bisa 10 sampai 20 menit saja tidak lebih dari itu,Nah kalau seandainya kami dikenakan biaya tarif parkir yang naik apakah tidak memikirkan efeknya atau tidak memikirkan kami juga yang mungkin hanya seorang ojol/ojek online buat kami itu sudah sangat membebani kami sebagai driver ojek online mau berapa lagi kami harus terima pendapatan kalo kami ditambah beban tarif parkir.
Tarif parkir tidak naik saja kami terbebani apalagi tarif parkir naik, contohnya pendapatan kami dalam 1 orderan 7000-8000 dipotong parkir, dipotong biaya aplikasi waduh itu sudah membuat para driver ojek online sangat menderita. Kami berharap kepada pemerintah dalam hal khususnya kota Batam agar lebih bijak dalam mengambil sebuah kebijakan terkait kenaikkan tarif tersebut.

Kami ojol bukan masyarakat yang berlebih jangan saat pemilu kami sebagai ojol sangat dibutuhkan suaranya tapi saat kami teriak dan aspirasi kami tidak didengarkan, kami berharap ada sebuah kebijakan yang bisa meringankan beban ojek online seperti itu.karena kalau tidak ada kebijakan buat kami sebagai driver ojek online ya mungkin pemerintah tidak tahu.
Kehidupan kami di lapangan yang kami harus keluarkan beban untuk potongan aplikasi yang kami harus keluarkan beban untuk tarif parkir bahkan kami juga harus keluarkan beban untuk BBM,kuota dan banyak lagi, nah terus kalo sudah begitu mau berapa lagi kami harus bawa pulang untuk biaya hidup kami untuk anak istri kami ya perlu kita pahami sama-sama bahwa ojol itu juga penyumbang pendapatan pemerintah contohnya dari pajak baik itu sim STNK bahkan sampai BPJS jadi jangan dikira kami sebagai ojol itu tidak menyumbang pendapatan terhadap pemerintah.
Kami juga punya andil Kami punya hak yang sama sebagai driver ojek online tuh mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan ya harapannya Bapak Walikota Batam khususnya sebagai pemangku dari kebijakan harus bijak dalam mengambil sebuah keputusan kebijakan khususnya terkait parkir untuk driver online ini yang sudah sangat dibebani. Harusnya pemerintah juga bisa turun langsung dan sidak terkait masih adanya parkir-parkir liar, Nah dengan “kami tidak tahu siapa dibelakang penjaga- penjaga parkir-parkir liar tersebut. mungkin itu aja yang bisa kami sampaikan saya sebagai penggiat serta penyambung suara aspirasi dari driver ojek online.
Saya Wahyudi sebagai ketua dan pendiri sobat ojol Batam harapannya adalah perihal parkir tersebut adanya sebuah kebijakan yang betul-betul bisa meringankan beban driver ojek online Bila perlu di gratiskan khusus driver online sebenarnya permasalahan parkir ini sudah lama juga kami bahas tapi sepertinya pemerintah tidak merespon ataupun menerima masukan-masukan dari pada driver online terima kasih.(Red)












